Showing posts with label EDUKASI. Show all posts
Showing posts with label EDUKASI. Show all posts
“Walisongo” berarti sembilan orang wali”

Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

http://juragansejarah.blogspot.com
Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali” ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.


Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana MalikIbrahim yang menempatkan diri sebagai “tabib” bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai “paus dari Timur” hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.

1. Maulana Malik Ibrahim
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi
Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.


Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.


Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

 
2. Sunan Ampel
Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)
. Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.

Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.

Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.


Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina.”

Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.


3. Sunan Giri
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).
Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri.
Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.
Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.
Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.

4. Sunan Bonang
Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban
. Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budayasetempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah

yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

5. Sunan Kalijaga
Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede – Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

6. Sunan Gunung Jati
Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’ Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).

Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.

Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.

Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

7. Sunan Drajat
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M. Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.

Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’.

Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.

8. Sunan Kudus
Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang.

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali –yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

9. Sunan Muria
Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.
http://juragansejarah.blogspot.com/2013/05/sejarah-wali-songo-lengkap-cerita-wali.html
Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. 



















Tips Mendidik Anak Perempuan adalah salah satu tugas yang mulia untuk sebuah keluarga.  Mengingat banyak pahala yang didapatkan dari merawat, memelihara dan mendidik anakperempuan.  Menjaga anak perempuan dibutuhkan kesabaran dan kelembutan yang lebih.  Mengenai pahala yang didapatkan dalam mendidik dan merawat anak perempuan bisa baca artikel tentang pahala merawat anak perempuan.KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

Anak perempuan adalah calon para ibu yang mana ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya.  Untuk mendapatkan anak yang baik, shaleh, cerdas dan kuat maka diperlukan seorang ibu yang memiliki karakter dan sifat seperti itu.  Masa depan anak akan sangat dipengaruhi oleh perilaku orangtuanya terutama ibunya.  Dalam mendidik anak perempuan tentu berbeda penanganannya daripada mendidik anak laki-laki.  Jangan sampai konsepnya terbalik, bisa jadi anak laki-laki berperilaku seperti anak perempuan dan begitu pula sebaliknya anak perempuan berperilaku seperti anak laki-laki.

Dalam mendidik anak perempuan maka harus dimulai dari teladan orangtuanya.  Teladan yang baik akan lebih mudah diterima anak dan anak akan mengikuti apa yang biasanya orangtuanya lakukan.  Lalu bagaimana tips dalam mendidik anak perempuan, berikut tips dan cara yang baik dalam mendidik anak perempuan

1.  Tanamkan keimanan

Untuk menciptakan anak perempuan yang shaleh maka pendidikan pertama yang harus diberikan adalah tentang keimanan.  Keimanan ini akan berkaitan dengan ilmu Tauhid.  Pondasi dasar ini harus dibangun secara baik.  Pendidikan yang bisa diberikan antara lain ilmu tentang pengenalan rukun iman, rukun Islam, kalimat Tauhid dan lain sebagainya.  Apabila orantuanya tidak bisa memberikan pengetahuan tentang ini maka solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menyekolahkan anak pada ahlinya yang sudah terpercaya. 

2.  Mengajari menutup aurat

Anak perempuan paling banyak aurat yang harus ditutupinya.  salah satu yang penting adalah memakai jilbab.  Kenalkan jilbab pada anak perempuan sejak usia dini.  Fungsinya adalah ketika anak sudah dewasa maka si anak akan terbiasa memakai jilbab.  Dalam memakai jilbab, anak tentunya akan banyak melihat teladan yang diberikan orangtuanya terutama ibunya.  Apabila ibunya memakai jilbab dengan baik maka si anak juga akan mengikuti apa yang dilakukan oleh ibunya.  Untuk menarik anak agar mau memakai jilbab maka kita bisa memberikan jilbab yang menarik dan nyaman ketika dipakai oleh si anak.

Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya.” (QS. An-Nur:31)

3.  Mendidik ketakwaan

Agar keimanan anak perempuan lebih kuat lagi maka nilai-nilai ketakwaan juga harus diajarkan sejak kecil.  Ajarkan pada anak perilaku-perilaku yang sesuai dengan syariat.  Jauhkan anak dari tontonan yang tidak islami, seperti film kartun yang banyak mengandung unsur kekerasan.  Untuk melatih ketakwaan anak maka kita bisa mengajarkan anak bagaimana tata cara shalat, tata cara berpuasa dan praktekkan bersama-sama.

4.  Mengajarkan anaktentang ikhtilat

Ikhtilat yaitu bercampur baur antara laki-laki dan perempuan.  Ajarkan anak tentang pengetahuan ini.  Jangan biarkan anak berduaan dengan orang lain yang bukan mahramnya.

"Janganlah seorang lelaki masuk ke (rumah) seorang perempuan yang sedang ditinggalkan suaminya, kecuali bersamanya seorang lelaki lain atau dua orang lelaki.”(HR. Muslim)

5.  Mendidik kemandiriannyadan kelembutan

Anak perempuan diibaratkan seperti tulang rusuk.  Apabila diluruskan dengan cara yang kasar maka ia akan patah akan tetapi bila tidak diluruskan maka ia akan tetap bengkok.  Berikanlah contoh yang baik di dalam lingkup keluarga, mulai dari sikap mandiri dan sikap bertutur kata.  Jangan coba-coba untuk mengucapkan kata-kata yang kasar dan seronok di dalam keluarga, karena anak pasti akan mengikutinya, termasuk anak perempuan.  Dlam melatih kemandiriannya maka kita bisa melatihnya dengan memakai baju sendiri, mencuci baju sendiri, menyeterika baju sendiri dan mengajarinya memasak.  dan masih banyak lagi contoh lain yang bisa kita ajarkan.  Jangan biasakan meladeni anak dalam segala hal karena hal tersebut hanya akan membuat anak manja.

Mendidik anak perempuan merupakan tangung jawab orangtua yang harus ditunaikan hingga ada lelaki yang meminangnya.  Hal yang paling berkaitan dengan perempuan adalah tentang menutup hijab.  Karena perempuan identik dengan hijab/jilbab.  Jilbab jangan sampai ditanggalkan karena hal tersebut adalah kewajibannya.  Di era modern seperti saat ini, godaan perempuan lebih banyak dan dibutuhkan pondasi keimanan yang kuat.  Menjadikan anak yang shalehah adalah impian setiap keluarga.KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

Sumber  .al-maghribicendekia


Tips Mendidik Anak Laki-laki

Tips Mendidik Anak Laki-laki Siapa yang punya anak laki-laki? *sayaaah-ngacung lagih* 😀 Saya selalu mikir, mendidik anak laki-laki itu tidak sesulit mendidik anak perempuan *mendidik bisa diganti juga dengan menjaga* padahal yaa, yang bakalan nemenin saya sampai tua nanti yaaa anak laki-laki saya 😀 *tau dong yaa kalu laki-laki itu harus hormat sama ibu nya sampai kapanpun, berbeda dengan perempuan* dan saya memang salah dengan pemikiran ini, karenanya mulai berbenah lagi, Mendidik anak laki-laki dan perempuan sama ‘tantangannya’ tentu dengan porsi yang berbeda pula. Laki-laki adalah pemimpin, imam, dan ini yang harus dipersiapkan sedari dini.KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

Saat anda mendidik anak laki2 yang utama anda ketahui adalah posisi anda ada dibelakang dia. Biarkan dia berlatih menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, anda di belakang mengawasi dengan hati2 jika ada yang salah tinggal diluruskan sedikit.. insyaAllah kita akan memiliki anak laki2 yg soleh seperti harapan kita. InsyaAlah



  •  Jangan coba-coba untuk menghilangkan tingkahlaku lincah dan impulsif mereka, namun nikmati, bentuklah dan perbaiki sikap mereka. 

  • Hindari gejala “sakit hati” bagi anak laki-laki, dengan cara menentang dengan keras premanisme, pemerasan atau kekerasan yang terjadi di sekolah di antara para siswa atau dimanapun. Juga selalu waspada terhadap kekerasan yang diekspos media, serta perhatikan beberapa tanda depresi, menarik diri, dan lesu dari anak laki-laki. 
  • Tetap dekat pada anak laki-laki secara emosional maupun sebagai pembimbing yang selalu waspada. Komunikasikan peraturan dalam konteks hubungan saling mencintai. 
  • Untuk membantu anak laki-laki mendapat contoh perilaku gender yang sehat, maka anak laki-laki harus mendapat kasih sayang, perhatian dan dukungan dari ayah. Kalau ayah tidak ada karena sesuatu hal, perannya boleh digantikan oleh tokoh laki-laki dewasa yang kita percaya. 

  • Habiskan sebanyak-banyaknya waktu dengan efektif bersama anak laki-laki anda. Bahkan jika ini berarti anda harus merubah gaya hidup agar anda dapat menyiapkan waktu sebanyak yang dibutuhkan.

  • Lawan kebiasaan masyarakat untuk sengaja bersikap kasar pada anak laki-laki, dengan cara meyakinkan pada masyarakat bahwa anak laki-laki adalah anak laki-laki, dan hargai anak laki-laki sebagai seorang individu.

  • Jadikan hubungan anak laki-laki anda dengan Allah adalah prioritas utama kita saat mendidiknya.Karena ayah yang akan memberi makan dan bertanggungjawab pada keluarganya maka ia harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hidup
Happy reading!! Semoga bermanfaat yaa..
Sumber Emmy Soekresno S.Pd

Tips Memuaskan Istri di Ranjang Sebagai seorang pria normal, pastinya Anda merasa puas berhubungan intim jika istri juga mencapai klimaks bukan? Nah, Anda benar-benar peduli pada kesehatan rumah tangga dan berharap senantiasa harmonis, maka puaskan istri di atas ranjang.
Meski bagi wanita seks bukan satu-satunya pengikat rasa cinta, jika terus menerus tak terpuaskan, ia bisa malas menjalani rumah tangganya. Apalagi jaman sekarang di mana sudah banyak wanita mandiri. Sisi negatif dari kemandirian wanita, mereka “mencari pelampiasan” jika tak puas di rumah.
Maka jangan jadi pria egois yang hanya ingin dipuaskan. Mari kita simak tips membuat wanita puas di ranjang agar bahagia.KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

Hal yang Harus Dihindari Agar Istri Puas

1. Menyebut Mantan
Misal… “Mantanku suka kalau diginiin…”
Ia akan mengartikan Suamiku ingin aku seperti mantannya. Wis toh, pria atau wanita pasti emoh banget kalo pasangannya masih keingat mantan, apalagi sampai nyebut mantas pas berhubungan intim. Jika benar-benar ingin memuaskan dia, jangan sekali-kali deh sebut mantan.
2. Hobi Protes
Wanita maupun pria, kadang tidak percaya diri untuk mencoba hal baru saat berhubungan intim.Jadi jangan biasakan mengatakan “Kamu ngapain gitu?” “Jangan gini…”
Saat duduk di bangku SD, guru yang hebat tidak akan bilang “Kamu salah!” tapi akan bilang “Jawaban yang bagus, hanya kurang tepat”
Karena apa, orang tidak nyaman dengan respon negatif yang bersifat menyalahkan. Salah-salah istri Turn Off. Jadi cobalah pilih kata yang enak didengar. Tak perlu bertanya, posisikanlah diri sendiri di posisi pasangan dan perkirakan apakah kata ini enak didengar atau tidak.
3. Pantatmu Kecil
Mungkin mereka sensitif saat pria protes pada masakan yang tidak enak. Tapi itu urusan gampang, istri bisa belajar dan belajar lagi.Tapi kalo mempermasalahkan ukuran pantat? Payudara? Duh duh duh… Pingin istri nyumpal itu pantat pake bantal ?Jangan deh ya, mending gak usah diomongin yg kayak begituan baik saat di ranjang maupun di luar ranjang. Kecuali kalo dia adalah tipe yang masabodoh hal-hal seperti itu.
4. Sudah Keluar? Hampir Keluar?
Para pria pasti bangga dong kalau pasangan puas dan mencapai klimaks. Makanya saat bercinta pria akan bertanya“Sudah Keluar?” “Hampir Keluar?”
Jreng jreng… Taukah Anda wahai para pria, pertanyaan itu justru membuatnya yang hampir mencapai puncak jadi Turn Off. Konsentrasinya untuk mencapai klimaks jadi buyar karena merasa diburu-buru suaminya. So, kalau ingin memuaskan pasanganmu, jangan ucapkan itu yaaa….

Cara Memuaskan Istri di Ranjang Agar Ketagihan

 KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

1. Rayuan, Buat Dia ON
Pernah dengan ungkapan bahwa wanita butuh cinta untuk ML dan pria butuh ML biar tambah cinta ? Nampaknya benar. Sebab, untuk mendapatkan kepuasan di atas ranjang, wanita perlu merasa dicintai. Wanita perlu romantisme. Mereka perlu merasa agar dapat bergairah. Setelah lama menikah, sayangnya para pria mulai lupa & malas memberikan rayuan atau pujian.
Padahal, pujian akan membuat wanita merasa seksi dan bergairah. Sesekali pujilah payudaranya, pinggangnya, lengan, leher, bibir, atau apapun yang memang Anda sukai.
Pujilah dengan singkat dan natural, jangan berlebihan karena wanita justru akan ilfil. Buatlah istri merasa diinginkan sehingga dia akan menunggu saat-saat melayani suami di atas ranjang.
2. Cara Memuaskan dengan Foreplay
Pria kadang terburu-buru menyantap “menu utama” sehingga seolah hanya seperti suami memperkosa istrinya. Asal penis masuk, sperma keluar, lalu berakhir sudah. Hal seperti ini sangat tidak diharapkan para wanita.Beberapa perempuan bahkan lebih menyukai foreplay ketimbang seks itu sendiri. Ciuman di bibir, telinga, kecupan di leher, payudara, punggung dan seluruh tubuhnya akan  membuat seorang perempuan merasa bahwa suami menyukai setiap inch tubuhnya.Itu bagus karena berarti ia jadi percaya diri dan merasa nyaman sehingga lebih mudah mencapai klimaks.
3. Variasi Tempat & Gaya
Hubungan intim bahkan dapat mencapai titik bosan. Sesekali lakukan di tempat lain seperti kamar mandi, atau jika memungkinkan lakukan di taman, sofa, bahkan di dapur mungkin ?
Ada banyak gaya bercinta yang bisa dipraktekkan. Jadi jangan melulu posisi itu-itu saja. Cobalah variasikan gaya bercintamu. Bukannya makan daging itu lezat? Tapi kalau setiap hari diolah dengan jadi menu itu-itu saja tentu membosankan bukan?
4. Cara Memuaskan dengan Memainkan Klitoris
Bagian ini memiliki begitu banyak syarat sehingga sangatlah sensitif. Jika ingin memuaskan nya, mainkan bagian ini dan buat dia melayang. Jika Anda suka bercinta dari belakang, posisi ini memungkinkan Anda melakukan penetrasi sambil memainkan klitoris.
Bagian ini juga bisa jadi sasaran saat foreplay!
5. Good Service After Sex
Nampaknya pria benar-benar lelah setelah ejakulasi. Rasanya hanya ingin segera berbaring dan tidur. Jangankan bersih-bersih, pokoknya tidur dan tidur.Nah, ini dia masalahnya. Waanita bertolak belakang dengan pria. Setelah melayani suami, istri sangat berharap prianya bersikap romantis.Jadi, buat para pria, setelah berhubungan jangan semena-mena langsung menyuruh istri mandi bebersih. Kesannya seperti habis manis sepah dibuang.Setidaknya, setelah selesai bercinta, berikan ciuman atau pelukan mesra meski hanya sebentar. Percayalah, istri akan merasa sangat dihargai sehingga batinnya merasa puas karena sikap lembut suami.
6. Tanyakan
Meski sudah sebagai pasangan sah, kadang ada rasa canggung untuk membahas urusan ranjang. Termasuk membahas cara memuaskan satu sama lain. Namun cobalah untuk belajar saling terbuka. Biasanya dimulai dari pihak pria dengan membuka komunikasi. Cobalah tanyakan seperti apa yang diinginkan istrinya. Yakinkan istri untuk tidak perlu malu. Bukankah sudah halal? Kenapa harus malu!
7. Cara Memuaskan Emosi dengan Surprise & Hadiah
Perempuan mana sih tak suka hadiah. Biar rumah tangga makin harmonis, Anda bisa coba dengan memberikan hadiah upayakan sesuatu yang sanagt disukai apalagi diinginkanya.Seorang perempuan benar-benar perlu dibangkitkan rasa percaya dirinya untuk bisa nyaman di ranjang. Mereka kerap tidak percaya diri, apalagi jika tubuhnya tak lagi seindah dulu. Jika bisa, mereka ingin menyembunyikan semua lipatan lemaknya.Padahal para laki-laki juga kalau sudah ON, tidak akan peduli dengan lipatan-lipatan lemak istrinya. Tapi bagi mereka, merasa tidak seksi itu akan membuatnya tidak nyaman saat berhubungan intim. Bagaimana bisa mencapai klimaks jika dia tidak nyaman?
Nah, saat seorang suami memberikan istrinya hadiah pasangan anda akan berpikir “Suamiku masih menganggapku seksi”, “Dia ternyata masih bergairah”. Cara ini akan memuaskan perempuan secara emosional.
Barangkali ada yang merasa bahwa Cara Memuaskan Istri di Ranjang ini merepotkan. Tapi jika benar-benar dilakukan, dampaknya luar biasa. Istri bisa lebih ceria dan bahagia. Selamat mencoba, semoga keluarga pembaca senantiasa diberikan kebahagiaan.KLIK MAU TAMBAHAN Rp 50 JT PER BULAN

Sumber Wong Wadon

Baca juga mlm baru
Hosting Unlimited Indonesia